Top!
Home arrow Keswan Dan Kesmavet arrow PARA PETERNAK DAN PENGUSAHA BABI DI LAMPUNG MULAI RESAH
 
 

 

 

 

 
 
 
PARA PETERNAK DAN PENGUSAHA BABI DI LAMPUNG MULAI RESAH PDF Print E-mail
Di Posting oleh Ir Dadam Abdul Syukur   
Tanggal :2009-06-11 12:51:01 WIB
Ditulis oleh : drh. Mulyani

Fungsional Medik Veteriner Disnakkeswan Provinsi Lampung


Semenjak merebaknya berita wabah Flu Babi di Mexico dan Amerika Serikat di Media Elektronik dan cetak , para peternak babi di Provinsi Lampung mulai resah, karena permintaan konsumen menurun hingga 50 % akibatnya penjualan ternak babi dan ikutannya spontan anjlok.  Ternak babi di kandang mulai over load.     Kalau dikirim (dijual) ke luar ke  pulau jawa  penurut peternak ada  pemilik kapal tidak membolehkan ternak babi naik ke kapal penyeberangan tanpa alasan yang jelas,. sementara kalau harus dipelihara terus di kandang butuh biaya pakan yang tidak sedikit di satu sisi hutang terus menumpuk.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung  tanggal 7 Mei 2009  melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis  Pengendalian dan Pemberantasan Flu Babi khususnya di Provinsi Lampung, yang dihadiri oleh pihak Karantina, BPPV (Balai Penyidik Penyakit Veteriner) wilayah III,  Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas yang membidangi Fungsi Peternakan Kabupaten/Kota,  Para pejabat eselon III lingkup Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung,  Pejabat Fungsional  lingkup Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi lampung dan  Para peternak / pengusaha babi di Provinsi Lampung.

Dari hasil Pertemuan diatas  disimpulkan beberapa hal sabagai berikut :

  1. Melaksanakan Biosecurity  Kebersihan kandang dan Sanitasi
  2. Bersama-sama mensosialisasi kepada konsumen bahwa daging babi aman untuk dikonsumsi (dimasak dengan suhu >80 0C )
  3. Belum ditemukan kasus Flu Babi pada Babi dan Manusia
  4. Tidak ada larangan pegiriman ternak babi dan ikutannya antar wilayah di Indonesia selama memenuhi persyaratan teknis,   yang ada adalah “Larangan untuk sementara  Pemasukan (import) Ternak Babi dan produk ikutannya dari  luar negeri ke wilayah Indonesia.
  5. Untuk meluruskan informasi tentang flu babi yang telah menimbulkan dampak negative  perlu peningkatan sosialisasi melalui mas media baik cetak maupun elektronik sesegera mungkin sehingga angka kerugian yang ditanggung oleh para peternak dapat dikurangi.
  6. Para peternak mengharapkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan /BPPV segera memiliki peralatan  untuk mendiagnosa flu babi secara cepat seperti rapidtest pada flu burung.
  7. Para peternak segera membentuk Asosiasi Peternak Babi Provinsi Lampung guna meningkatkan komunikasi antara Dinas dan para Peternak yang bermanfaat juga untuk pelaksanaan pembinaan.
  8. Kesimpulan hasil Rapat Koodinasi Teknis ini akan dikirimkan kepada instansi terkait pemangku kepentingan untuk mendapat solusi.
< Prev
 
     
 
Thursday, 09 September 2010
News Flash
-- Kritik saran atau pesan sangat kami harapkan demi kemajuan pembangunan subsektor peternakan khususnya di Provinsi Lampung.
-- Padamu Lampungku Demimu Bhaktiku Untukmu Indonesiaku
---
By ir Dadam Abdul Syukur
-- Dapatkan Info terkini seputar kondisi peternakan di Provinsi Lampung
Foto Preview
User-online
We have 21 guests online
Paling sering dibaca
INDEX berita
Survey
Seberapa informatifkah situs ini
  
Statistik
OS: Linux s
PHP: 4.3.10
MySQL: 5.0.27-standard
Time: 21:48
Caching: Disabled
GZIP: Disabled
Members: 4
News: 392
WebLinks: 7

 

 
Top! | Home | Profil | Produk Hukum | Bursa komoditas | Potensi | Artikel | Buku tamu | Gallery foto | Top!
 

copy right @ 2006 | Administrator Ir.Dadam Abdul Syukur | mail at dadam@disnakkeswan-lampung.go.id

Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No. 52 Bandar Lampung