1. Potensi Wilayah Lampung mampu menampung 1,38 Juta Satuan Ternak (ST) sementara pada saat ini populasi ternak baru mencapai 444.861 ST, artinya baru 32,24% potensi yang dapat dimanfaatkan dan oleh karenanya perlu upaya terobosan dalam mendaya gunakan potensi dimaksud.
2. Pasar bagi produksi Peternakan Lampung memiliki keunggulan komperatif dan kompetitif. Pasar tersebut adalah : - Pasar Lokal - Pasar antar Propinsi (Banten, DKI, Jabar, Sumsel, Jambi, Riau dan Sumbar) - Pasar Eksport (eksport ayam broiler ke Jepang, pakan ternak ke Australia dan Republik Korea Selatan yang saat ini sudah berjalan)
3. Prasarana dan Sarana yang dapat mempercepat laju pertumbuhan pembangunan Peternakan, antara lain : - Pelabuhan Internasional Panjang - Fasilitas karantina hewan di Panjang - Balai Penyidikan Penyakit Veteriner Regional III di Bandar Lampung - Program study Peternakan setingkat S1 dan kesehatan hewan setingkat D3 di Universitas Lampung - Sekolah Pembangunan Pertanian (SPP) Peternakan di Negeri Sakti Lampung Selatan - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di Bandar Lampung - Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) sebanyak 9 unit yang tersebar dibeberapa Kabupaten/Kota - Pos Pelayanan Inseminasi Buatan sebanyak 52 buah yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota - Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP) Hajimena Lampung Selatan - Instalasi Produksi Mani Beku (IPMB) di Terbanggi Besar Lampung Tengah
4. Komoditi Unggulan dan Prospektif, yaitu : a. Komoditi Unggulan (sudah berkembang) : - Sapi potong 381.934 ekor - Kambing 761.460 ekor - Ayam ras petelur 2.051.600 ekor - Ayam ras pedaging 23.640.000 ekor
b. Komoditi Prospektif (potensial untuk dikembangkan) - Ayam kampung 15.178.000 ekor - Babi 80.723 ekor - Sapi Perah 105 ekor - Itik 515.927 ekor - Kerbau 50.095 ekor - Domba 59.063 ekor - Burung puyuh 34.850 ekor
|