|
ARAH KEBJAKAN UMUM DAN STRATEGIS PRIORITAS |
|
|
|
|
Di Posting oleh Ir Dadam Abdul Syukur
|
|
Tanggal :2006-07-29 00:12:46 WIB |
|
A. ARAH
Meningkatkan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi dan produktivitas ternak, dengan target : |
|
Selengkapnya...
|
|
|
SISTIM PEMASARAN TERNAK DI PROVINSI LAMPUNG |
|
|
|
|
Di Posting oleh Ir Dadam Abdul Syukur
|
|
Tanggal :2006-07-29 00:05:57 WIB |
|
I. PENDAHULUAN
Letak geografis Lampung yang sangat strategis berpeluang besar untuk investasi di bidang peternakan dan pemasaran di tingkat regional, nasional dan internasional. Dengan luas wilayah 3,5 juta ha dan daya dukung lahan untuk produksi pakan ternak serta berbagai produk samping dari pertanian, perkebunan dan perikanan Propinsi Lampung mempunyai kapasitas tampung ternak ruminansia sebesar 1,38 juta Animal Unit. Pada tahun 2002 populasi ternak di Lampung adalah : sapi potong 381.934 ekor; sapi perah 105 ekor; kerbau 50.095 ekor; domba 59.063 ekor; serta babi 80.723 ekor sedangkan ayam buras 15.178.000 ekor. Broiler 23.640.000 ekor; ayam petelur 2.051.600 ekor; dan itik 515.927 ekor. Dalam pemasukan, Propinsi Lampung merupakan propinsi yang mengimpor ternak bakalan tiap tahun berkisar antara 100.000 – 150.000 ekor untuk usaha tani penggemukan. Dipihak lain mengeluarkan ternak keluar daerah sejumlah sapi potong 149.027 ekor; kerbau 1.355 ekor; kambing/domba 139.782 ekor; babi 6.048 ekor disamping sejumlah besar ternak unggas. Ini menunjukkan potensi bisnis peternakan dan pemasaran yang cukup besar. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MAHASISWA PETERNAKAN GUNA MENGHADAPI PERSAINGAN DAN MERAIH PELUANG KERJA |
|
|
|
|
Di Posting oleh Ir Dadam Abdul Syukur
|
|
Tanggal :2006-07-28 23:51:07 WIB |
|
1. Pendahuluan
Paradigma baru pembangunan peternakan semakin nyata berorientasi pada manusia dimana pembangunan peternakan meletakkan peternak sebagai subyek, bukan semata-mata sebagai obyek dalam mencapai tujuan nasional. Berdasarkan paradigma tersebut maka visi pembangunan peternakan adalah terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif dan kreatif melalui pembangunan peternakan tangguh berbasis sumberdaya lokal dengan misi penyediaan pangan asal ternak (daging, telur, susu), pemberdayaan sumberdaya manusia peternak, penciptaan peluang ekonomi dan lapangan kerja serta pelestarian/pemanfaatan sumberdaya alam. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
INTEGRASI USAHA PETERNAKAN SAPI PADA PERKEBUNAN TEBU (Tulisan Ketiga/Habis) |
|
|
|
|
Di Posting oleh Ir Dadam Abdul Syukur
|
|
Tanggal :2006-07-25 04:18:29 WIB |
|
III. MODEL PENGEMBANGAN
Usaha peternakan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan tebu dilaksanakan dengan model kemitraan tripartite antara perusahaan perkebunan tebu, kelompok peternak dan pemerintah. Usaha pembibitan dilaksanakan oleh kelompok peternak yang mendapatkan bibit sapi dari perusahaan perkebunan, sedangkan perusahaan perkebunan melaksanakan usaha penggemukan dari ternak sapi (jantan) yang dibeli dari peternak sekaligus merupakan angsuran kredit. Sedangkan jika ternak tersebut berkelamin betina, maka dikreditkan lagi kepada peternak lain yang ingin menggaduhnya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
INTEGRASI USAHA PETERNAKAN SAPI PADA PERKEBUNAN TEBU (Tulisan Pertama) |
|
|
|
|
Di Posting oleh Ir Dadam Abdul Syukur
|
|
Tanggal :2006-07-23 10:06:30 WIB |
I. PENDAHULUAN
Tebu merupakan tanaman perkebunan / industri berupa rumput tahunan. Tanaman ini merupakan komoditas penting, karena di dalam batangnya terkandung ± 20% cairan gula.Tanaman perkebunan tebu ditinjau dari kacamata dunia Peternakan merupakan hamparan serat kasar yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia (Rudiono D, 2003). Sedangkan Atmadilaga (1973) menyatakan bahwa introduksi ternak sapi ke dalam perkebunan tebu telah dimulai sejak tahun 1830. Kala itu perusahaan perkebunan tebu (pabrik gula) di Jawa yang dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda, mengimpor sapi jenis Ongol untuk digunakan sebagai alat transportasi tebu dari kebun ke pabrik. Pakan yang digunakan pada saat itu adalah pucuk daun tebu dan rumput disekitar kebun. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 13 |